Jakarta, 2 Maret 2026 — Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ummat Islam (DPP PUI) resmi menyatakan duka cita mendalam dan mengecam keras eskalasi serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran. Pernyataan ini disampaikan menyusul jatuhnya korban jiwa di kalangan rakyat sipil Iran, termasuk gugurnya sejumlah pemimpin senior, di antaranya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Sayyid Ali Hosseini Khamenei.
Bukan Sekadar Konflik Geopolitik
Dalam pernyataan resminya, DPP PUI menegaskan bahwa peristiwa ini tidak boleh dipandang semata sebagai urusan geopolitik. Organisasi yang mewakili jutaan umat Islam di Indonesia ini menyebutnya sebagai “tragedi kemanusiaan yang mengguncang nurani dunia.”
“Yang tercabik bukan hanya batas wilayah, melainkan juga martabat kemanusiaan itu sendiri,” bunyi pernyataan tersebut.
Berpijak pada Konstitusi dan Nilai Islam
DPP PUI mendasarkan sikapnya pada Pembukaan UUD 1945, yang menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan. Organisasi ini juga mengutip dua ayat Al-Qur’an — QS. Al-Mā’idah: 8 dan QS. An-Nisā’: 75 — sebagai landasan moral untuk membela rakyat yang tertindas.
Terkait perbedaan antara Sunni–Syiah, DPP PUI tegas: itu bukan alasan untuk berdiam diri. Perbedaan mazhab antara Sunni dan Syiah tidak boleh djadikan alasan untuk membiarkan satu bangsa Muslim menghadapi agresi sendirian. Ketika yang berbicara adalah keadilan dan kemerdekaan, maka yang harus dikedepankan adalah persaudaraandan nurani, bukan sekat perbedaan.
“Ketika yang berbicara adalah keadilan dan kemerdekaan, maka yang harus dikedepankan adalah persaudaraan dan nurani, bukan sekat perbedaan.”
Empat Langkah Konkret untuk Pemerintah Indonesia
DPP PUI secara resmi mendesak Pemerintah RI untuk mengambil empat langkah konkret:
- Bersikap lebih tegas menentang agresi militer sepihak yang melanggar hukum internasional
- Mengaktifkan diplomasi melalui OKI, PBB, dan forum multilateral demi menghentikan eskalasi
- Mengevaluasi partisipasi Indonesia dalam forum global seperti Board of Peace jika tidak berpihak pada keadilan
- Meneguhkan peran Indonesia sebagai negara Muslim terbesar yang punya tanggung jawab moral global
Imbauan Spiritual: Qunut Nazilah
Di sisi spiritual, DPP PUI mengimbau seluruh umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan Qunut Nazilah — doa khusus di saat umat menghadapi musibah besar — sebagai bentuk solidaritas dan permohonan perlindungan bagi rakyat sipil Iran.
Penutup
DPP PUI menutup pernyataannya dengan penegasan:
“Kami tidak memihak perang, tetapi kami memihak keadilan. Kami tidak mengagungkan konflik, tetapi kami membela kemerdekaan dan martabat manusia.”
Pernyataan ini ditandatangani oleh H. Raizal Arifin, M.Sos. selaku Ketua Umum dan Dr. Kana Kurniawan, M.A.Hk. selaku Sekretaris Jenderal DPP PUI.


Comment