JAKARTA —Bidang Hubungan Luar Negeri (HLN) DPP Persatuan Ummat Islam (PUI) yang dipimpin oleh Dr. Adhe Nuansa Wibisono hadir sebagai lead sector bersama delegasi badan dan ortom PUI – antara lain Pemuda PUI, perwakilan sekolah Darul Ulum Majalengka, Bidang Pendidikan PUI, dan pengurus Shofia Cahaya Bangsa – dalam kunjungan kehormatan ke Yunus Emre Enstitüsü (YEI) Jakarta. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi, serta bertepatan dengan kunjungan Duta Besar Turki, HE Prof. Dr. Talip Küçükcan ke Yunus Emre Enstitüsü di Jakarta Selatan pada Sabtu, 13 September 2025.
Kunjungan DPP PUI disambut langsung oleh Direktur Yunus Emre Enstitüsü Jakarta, Dr. Cemal Sahin, bersama Kepala Sekretariat Ibu Nanda dan Kepala YEI Osman. Pertemuan ini dirangkaikan dengan audiensi formal yang turut dihadiri Dubes Turki, menandai inisiasi kerjasama lebih intensif antara komunitas PUI dengan berbagai mitra pendidikan, budaya, dan diplomasi Turki. Sesi audiensi juga menjadi wadah diskusi strategis untuk membuka peluang kerjasama pendidikan, pertukaran budaya, dan peningkatan kapasitas kader muda PUI melalui beasiswa ke Turki.
Program Pendidikan dan Beasiswa: Peluang Istimewa untuk Kader PUI
Yunus Emre Enstitüsü sebagai pusat diplomasi budaya Turki yang beroperasi di 85 negara membuka peluang istimewa bagi kader-kader PUI melalui sejumlah program pendidikan dan beasiswa yang dirancang secara khusus untuk mendukung pengembangan kapasitas generasi muda dan tenaga pendidik di lingkungan PUI. Salah satu fasilitas utama yang diberikan adalah kuota khusus sebanyak 30 orang setiap tahun untuk mengikuti Kursus Bahasa Turki secara gratis, yang diprioritaskan bagi seluruh ortom, badan, dan bidang di bawah PUI. Kursus terbagi dalam dua level, yakni A1 dan A2, masing-masing berdurasi empat bulan, dengan standar kualitas dan tingkat kesulitan pengujian yang mengacu pada TOEFL tertinggi untuk bahasa Turki. Lulusan kursus dengan nilai memuaskan juga berhak mendapatkan rekomendasi resmi dari Yunus Emre.
Selain kursus bahasa, Yunus Emre Enstitüsü juga menyediakan akses ke berbagai program beasiswa pendidikan, mulai dari Beasiswa YTB serta TDP untuk jenjang S1, S2, dan S3, hingga beasiswa bagi siswa tingkat SMA dan beasiswa pendidikan ulama. Kesempatan belajar lebih luas pun ditawarkan melalui program summer school di Turki, yang menyediakan kuota 20 sampai 30 orang khusus bagi peserta yang telah lulus tes A2 dengan batas usia maksimal 35 tahun, menjanjikan pengalaman belajar internasional selama sekitar satu bulan.
Tak kalah penting, terdapat pula program “Muzakarah Ulama” yang menawarkan peluang kepada aktivis ulama berusia 35 hingga 50 tahun ke atas untuk mengikuti program visitation, kuliah, serta membangun jejaring dengan institusi pendidikan dan para akademisi di berbagai kampus di Turki selama 6 hingga 9 bulan, apabila tersedia kuota. Program ini tidak hanya memperluas wawasan keilmuan tetapi juga mempererat jaringan antar-ulama lintas negara. Sebagai penutup, Yunus Emre juga membuka kesempatan pertukaran dosen antara Universitas Halim Sanusi (PUI) dan sejumlah universitas di Turki untuk mendukung arus pengetahuan dua arah yang berkelanjutan. Seluruh program tersebut menjadi komitmen nyata Yunus Emre Enstitüsü dalam mendorong pertumbuhan kapasitas intelektual, kultural, dan religius kader-kader PUI di tingkat global.
Sosialisasi Beasiswa Melibatkan Jaringan Pendidikan PUI

Dalam pertemuan, Yunus Emre bersama DPP PUI sepakat akan mengadakan sosialisasi besar peluang beasiswa pendidikan di Turki, mengundang menuju forum bersama kepala sekolah Madrasah Aliyah, Tsanawiyah, serta unsur pendidikan PUI di berbagai wilayah pada November mendatang. Kerjasama juga terbuka untuk pengembangan sekolah percontohan yang mengadopsi Bahasa Turki dalam kurikulum muatan lokal.
Seluruh kerjasama dengan PUI dilakukan berbasis komunikasi dan kolaborasi informal, dengan kemungkinan kolaborasi terpisah bersama unit-unit pendidikan di bawah PUI. YEI Jakarta juga siap memfasilitasi pertemuan kepala-kepala sekolah PUI di pusat YEI sebagai ajang penjajakan lanjutan.
Kunjungan resmi ini disambut positif oleh Duta Besar Turki HE Prof. Dr. Talip Küçükcan, yang menyampaikan kesiapan penuh untuk pertemuan lanjutan dengan pimpinan DPP dan majlis syura PUI di Kedutaan Besar Turki. PUI melalui Bidang Hubungan Luar Negeri pun mengapresiasi Dubes Turki dan YEI Jakarta dalam mendukung pengembangan kapasitas kader-kader muda serta menjaga kesinambungan jejaring pendidikan-pengabdian antarbangsa. Tersampaikan pula harapan, agar semakin banyak institusi pendidikan PUI yang mampu memanfaatkan peluang kerjasama dan studi lanjut di Turki serta memperluas jejaring diplomasi budaya ke kancah global. []


Comment