Bagi Purnomo Alfajrie—yang akrab disapa Kang Poer—menjadi dai berarti menempatkan diri sebagai pembelajar sepanjang hayat. Dakwah, dalam pandangannya, bukan posisi yang membuat seseorang merasa selesai, melainkan proses panjang untuk terus bertumbuh bersama ilmu, pengalaman, dan realitas umat yang terus berubah.
Dai asal Kota Bandung ini meyakini bahwa pesan Islam akan lebih kuat jika lahir dari keteladanan. Karena itu, ia berusaha menghadirkan dakwah yang terlebih dahulu hidup dalam sikap dan perilaku. Menjadi contoh, menurutnya, jauh lebih efektif daripada sekadar menyampaikan dalil, apalagi jika disertai kerendahan hati untuk terus belajar.
Prinsip “berkata baik bukan sekadar benar” menjadi penanda penting dalam perjalanan dakwah Kang Poer. Ia memahami bahwa kebenaran yang disampaikan tanpa kebijaksanaan sering kali kehilangan daya sentuh. Maka, bahasa yang santun, cara yang hangat, dan empati terhadap kondisi jamaah menjadi bagian tak terpisahkan dari metode dakwahnya.
Latar belakang Kang Poer yang beragam—sebagai guru ngaji, konsultan konstruksi, sekaligus konsultan branding—membentuk cara pandangnya yang terbuka dan kontekstual. Ia terbiasa belajar dari berbagai disiplin, lalu meramunya menjadi pesan dakwah yang relevan dengan kehidupan nyata: keluarga, pekerjaan, dan relasi sosial.
Perjalanan dakwahnya telah berlangsung sejak lama dan terus berkembang. Pada 2006–2012, ia mengajar di Pesantren Cigombong, kemudian aktif dalam pengajian kampus dan komunitas. Sejak 2020 hingga kini, ia konsisten membina majelis taklim, menjadi imam dan khatib, sambil terus memperkaya diri dengan pengalaman dan pembelajaran baru.
Tema sirah nabawiyah dan keluarga sakinah kerap menjadi fokus kajiannya. Sirah ia hadirkan sebagai sumber teladan hidup yang dinamis, sementara isu keluarga dibahas sebagai ruang belajar bersama—tempat setiap individu diajak memperbaiki diri secara bertahap dan realistis.
Dalam penyampaian, Kang Poer dikenal santai dan komunikatif. Ia membuka ruang dialog, menghargai perbedaan tahap pemahaman jamaah, dan tidak tergesa menuntut perubahan instan. Dakwah, baginya, adalah proses pendidikan jiwa yang memerlukan kesabaran dan konsistensi.
Melalui prinsip hidupnya sebagai pembelajar sepanjang hayat, Kang Poer berikhtiar menjaga dakwah tetap segar, rendah hati, dan membahagiakan. Sebuah dakwah yang tidak berhenti pada benar atau salah, tetapi bergerak menuju kebaikan yang bisa dirasakan dan diteladani bersama.
Biodata Singkat
Nama: Purnomo Alfajrie
Panggilan Dakwah: Kang Poer
Domisili: Kota Bandung, Jawa Barat
Profesi: Guru ngaji, konsultan konstruksi, konsultan branding
Pengalaman Dakwah:
– Mengajar Pesantren Cigombong (2006–2012)
– Pengajian kampus dan komunitas
– Sejak 2020 membina majelis taklim, imam dan khatib
Peran Dakwah:
Imam shalat, khatib Jumat, penceramah Ramadhan, kajian tematik, dakwah remaja dan keluarga
Fokus Tema Dakwah:
• Sirah Nabawiyah
• Keluarga sakinah
• Keteladanan dan penguatan akhlak
Segmentasi Jamaah:
Mahasiswa, ibu-ibu, karyawan/profesional
Gaya Dakwah:
Santai, komunikatif, reflektif
Motto Dakwah:
“Menjadi dai yang berusaha menjadi contoh, berkata baik bukan sekadar benar, pembelajar sepanjang hayat.”
Kontak:
📞 0897-4169-270
✉️ desainpurnomo@gmail.com


Comment