Berita
Home » Berita » Pemuda PUI Kutuk Serangan ke Iran, Ratusan Anak dan Remaja Menjadi Korban Kebrutalan AS-Israel

Pemuda PUI Kutuk Serangan ke Iran, Ratusan Anak dan Remaja Menjadi Korban Kebrutalan AS-Israel

Jakarta — Pengurus Pusat Pemuda Persatuan Ummat Islam (PP Pemuda PUI) mengutuk keras serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran, yang telah menimbulkan ratusan korban jiwa, terutama dari kalangan anak-anak dan remaja. Wakil Ketua Umum PP Pemuda PUI, Ahmad Gabriel menyatakan pada Selasa (3/3/26), bahwa serangan itu menjadi tragedi kemanusiaan dengan dampak luar biasa bagi kehidupan anak-anak di Iran.

Tragedi paling memilukan terjadi di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, ketika sebuah sekolah dasar khusus perempuan yang dikenal sebagai Shajareh Tayyebeh Girls’ Elementary School hancur akibat serangan udara. Data otoritas setempat dan media Iran melaporkan bahwa jumlah korban tewas dalam insiden tersebut telah mencapai sekitar 148 orang, termasuk anak-anak dan remaja pelajar yang sedang mengikuti kegiatan belajar saat sekolah menjadi sasaran serangan. Selain itu, puluhan lainnya mengalami luka serius dan masih dirawat di rumah sakit setempat. 

Wakil Ketua Umum PP Pemuda PUI, Ahmad Gabriel, dalam statemennya, menegaskan bahwa tindakan yang menimbulkan jatuhnya korban dari kalangan anak-anak dan remaja adalah bentuk kebrutalan yang tidak dapat ditoleransi dan merupakan pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan universal.

“Serangan yang menghantam sekolah perempuan di Minab adalah tragedi luar biasa. Anak-anak bukan kombatan — mereka adalah generasi masa depan yang hak hidup dan hak belajarnya harus dilindungi, bukan direnggut oleh bom dan rudal. Dunia tidak boleh diam menyaksikan tragedi ini,” ujar Ahmad Gabriel.

Menurut laporan resmi otoritas Iran, intensifikasi serangan udara gabungan sejak 28 Februari 2026 telah menewaskan ratusan warga sipil, dengan angka perkiraan mencapai setidaknya 555 orang tewas di berbagai wilayah Iran pada hari-hari awal konflik. Jumlah korban terus meningkat seiring eskalasi serangan yang berkepanjangan, sementara lebih dari seribu lainnya dilaporkan luka-luka akibat ledakan dan runtuhan bangunan di berbagai provinsi Iran.

Perkuat Spirit Ramadhan, Persatuan Ummat Islam Gelar I’tikaf Islah di Masjid Al Ikhlas

Ahmad Gabriel menambahkan bahwa serangan tersebut menunjukkan kebengisan Trump dan Netanyahu yang menargetkan warga sipil, terutama anak-anak, dari kekerasan bersenjata serta menyadarkan betapa pentingnya penegakan hukum humaniter internasional.

“Kami berdiri bersama anak-anak dan pemuda Iran yang menjadi korban. Ketika sekolah dihancurkan, apa lagi yang tersisa bagi masa depan mereka? Ini adalah serangan terhadap kemanusiaan, dan kami menuntut agar pertanggungjawaban internasional ditegakkan,” tegasnya.

Serangan ke fasilitas pendidikan ini tidak hanya menimbulkan duka yang mendalam, tetapi juga membuka luka baru dalam konteks perlindungan sipil dan hak anak untuk mendapatkan pendidikan di tengah konflik bersenjata. Kecaman terhadap aksi yang menghancurkan sekolah dan menewaskan siswa telah datang dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyebut insiden tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

Pemuda PUI juga menyerukan kepada pemerintah Indonesia dan komunitas kepemudaan serta internasional untuk bergerak bersama dan bertindak tegas menghentikan eskalasi konflik dan memastikan perlindungan penuh terhadap hak hidup, pendidikan, dan kesejahteraan anak-anak di mana pun mereka berada.

Hadapi Perkembangan Zaman, PUI Rumuskan Penguatan Kurikulum Pendidikan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *