JAKARTA — Dalam rangka menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan, Persatuan Ummat Islam (PUI) menggelar kegiatan I’tikaf Ramadhan Islah PUI di Masjid Al Ikhlas Menteng Dalam, Jakarta, pada 12–13 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi PUI bersama Dewan Kemakmuran Masjid Al Ikhlas serta Perak Indonesia.

Sekitar 150 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri dari pengurus dan anggota PUI serta masyarakat sekitar. Selain menjadi momentum mendekatkan diri kepada Allah SWT pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, kegiatan ini juga bertujuan mempererat silaturahim antara anggota PUI dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan berlangsung sejak waktu berbuka puasa hingga menjelang Subuh. Di antaranya pembagian mukena gratis, zikir bersama, buka puasa berjamaah, shalat tarawih, kultum Ramadhan, diskusi ketahanan keluarga, qiyamullail, sahur bersama, zikir Misbahul Falah, serta kajian Subuh bertema Gerakan Islah PUI dan Peta Jalan Kebangkitan Umat.
Dalam sambutannya, perwakilan Ketua Umum PUI, Rizalul Imam, menyampaikan bahwa kegiatan i’tikaf ini merupakan yang pertama diselenggarakan di Jakarta pada masa kepengurusan PUI. Sebelumnya, biasanya kegiatan diadakan di Jawa Barat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkolaborasi dalam kegiatan tersebut.
“Ramadhan ibarat tamu yang datang setelah perjalanan panjang selama sebelas bulan dan membawa banyak hadiah serta bonus. Setiap amal di bulan ini dilipatgandakan pahalanya,” ujarnya.
Ia mengajak umat Islam memanfaatkan momentum Ramadhan dengan memperbanyak membaca Alquran, bershalawat, dan berzikir, serta berharap umat Islam dapat meraih keutamaan malam Lailatul Qadr.
Pengurus DKM Masjid Al Ikhlas, Bahrullah, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran PUI dan masyarakat dalam kegiatan tersebut.
“Semoga segala aktivitas yang kita lakukan di sepuluh malam terakhir Ramadhan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, dalam kultum Ramadhan, Ketua Majelis Syura PUI Nurhasan Zaidi mengingatkan pentingnya meningkatkan ketakwaan selama bulan Ramadhan.
“Dengan ketakwaan, setiap persoalan akan menemukan jalan keluar. Ramadhan ibarat terminal atau rest area bagi ruh kita untuk kembali mengisi energi spiritual,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa Ramadhan merupakan bulan terbaik bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pada sesi diskusi ketahanan keluarga, Wido Supraha menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama kekuatan umat. Menurutnya, banyak tantangan zaman yang dihadapi keluarga Muslim saat ini sehingga diperlukan penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan keluarga.

“Keluarga adalah kunci umat yang kuat. Jika keluarga kuat, maka umat Islam juga akan kuat,” ujarnya.
Melalui kegiatan i’tikaf ini, para peserta berharap dapat memperoleh keberkahan Ramadhan serta meraih keutamaan malam Lailatul Qadr, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.


Comment