JAKARTA—Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ummat Islam (DPP PUI) lewat Ketua Umum H. Raizal Arifin, M.Si, mengutuk keras serangan militer Israel ke Doha, Qatar, yang menimbulkan korban jiwa dan duka mendalam di kawasan. Dalam pernyataan resminya di Jakarta, Raizal menegaskan bahwa PUI berdiri sepenuhnya bersama rakyat dan pemerintah Qatar serta menyerukan penghentian segera seluruh tindakan agresi yang disebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap prinsip kemanusiaan dan perdamaian dunia. “Aksi Israel sangat menciderai nilai-nilai kemanusiaan. Kami menyerukan semua elemen bangsa dan umat internasional untuk bersatu menolak segala bentuk kekerasan yang destruktif dan ancaman terhadap negara berdaulat,” ujar Raizal.
PUI juga menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah strategis maupun advokatif Presiden RI, Prabowo Subianto, yang secara khusus melakukan lawatan ke Doha untuk memperkuat solidaritas perdamaian serta menjamin perlindungan WNI di Qatar. Raizal menilai, sikap cepat Presiden Prabowo membuktikan komitmen Indonesia menjaga stabilitas kawasan dan menghadirkan diplomasi langsung di tengah eskalasi, sekaligus menyampaikan pesan kuat bahwa keselamatan warga negara Indonesia adalah prioritas utama pemerintah. “Ini bukan hanya soal solidaritas, tetapi juga tanggung jawab nyata negara dalam melindungi setiap warganya di luar negeri,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP PUI, Dr. Adhe N. Wibisono, dalam wawancara melalui telepon, menjelaskan situasi dari Yunus Emre Enstitüsü, pusat kebudayaan Turki di Jakarta, di mana saat itu ia tengah bersama Duta Besar Turki untuk Indonesia, H.E. Prof. Dr. Talip Küçükcan, dalam rangka diskusi beberapa hal, termasuk solidaritas kemanusiaan untuk isu Palestina dan kawasan Timur Tengah. Dr. Adhe menegaskan bahwa pemerintah lewat Kementerian Luar Negeri RI perlu segera meningkatkan koordinasi dengan otoritas Qatar dan mengaktifkan hotline darurat bagi WNI di Doha serta wilayah terdampak, guna memastikan seluruh lapisan masyarakat terinformasikan dengan baik. Ia juga mengingatkan bahwa risiko peningkatan ketegangan dan embargo ekonomi di kawasan Teluk sangat nyata setelah serangan ini, dan menekankan perlunya solidaritas lintas negara Islam dan kesiapsiagaan langkah kolektif antardiplomasi negara kawasan. “Di tengah suasana siaga dan kecemasan masyarakat internasional, upaya penggalangan solidaritas kemanusiaan seperti yang kami lakukan bersama Dubes Talip Küçükcan sangat penting, karena suara kemanusiaan harus tetap lebih kuat dari kepentingan politik dan militer,” tegas Adhe.
DPP PUI kembali menyatakan kesiapan mendukung setiap langkah advokasi serta mengajak semua pihak menjaga perdamaian, solidaritas kemanusiaan, dan perlindungan terhadap WNI sebagai wujud tanggung jawab konstitusional dan amanat umat. []
(Andy)


Comment