Dakwah keluarga tidak selalu bermula dari mimbar, tetapi sering kali hadir dari ruang-ruang pemulihan batin umat. Di medan inilah Rachmat Suhendar, S.H., yang akrab disapa AMA, menjalankan peran dakwahnya. Bermukim di Kota Bandung, Jawa Barat, ia dikenal sebagai dai yang mengintegrasikan dakwah lisan dengan pendampingan ruhani melalui pendekatan ruqyah syar’iyyah dan pembinaan keluarga.
Selama lebih dari satu dekade, AMA aktif membersamai umat sebagai imam shalat, khatib Jumat, penceramah Ramadhan, sekaligus pendakwah keluarga dan remaja. Latar belakangnya sebagai terapis ruqyah memberi warna tersendiri dalam dakwahnya—menyentuh aspek spiritual, psikologis, dan etika kehidupan muslim secara utuh.
Fokus utama dakwah AMA adalah penguatan keluarga sakinah, dengan penekanan pada ketenangan jiwa, komunikasi yang sehat, dan penguatan nilai ibadah dalam rumah tangga. Ia memandang bahwa banyak persoalan keluarga berakar pada lemahnya fondasi ruhani, yang jika dikuatkan akan berdampak langsung pada keharmonisan relasi suami-istri dan pendidikan anak.
Dalam setiap ceramah dan pendampingan, AMA dikenal dengan gaya bertutur yang santai, komunikatif, dan mudah diterima lintas kalangan. Bahasa yang digunakan membumi, sering kali diselingi kearifan lokal Sunda, tanpa kehilangan kedalaman pesan keislaman. Dakwah baginya bukan sekadar menyampaikan dalil, melainkan membangun kesadaran dan keteladanan.
Pengalaman panjangnya mengisi khutbah Jumat dan ceramah di berbagai masjid serta forum umat menjadikan AMA terbiasa berhadapan dengan beragam problem jamaah—dari persoalan keluarga, remaja, hingga tantangan ibadah di tengah kehidupan modern. Pendekatan solutif dan empatik menjadi ciri kuat dalam pengabdiannya.
Bagi AMA, dakwah adalah amal peradaban yang menuntut adab, etika, dan ketulusan niat. Karena itu, ia menaruh perhatian besar pada aspek penampilan dai, komunikasi yang beradab, serta akhlak dalam menyampaikan kebenaran. Prinsip ini ia yakini sebagai bagian dari efektivitas dakwah itu sendiri.
Komitmen dakwah tersebut sejalan dengan nilai Dakwah Ishlah yang dijaga dalam lingkungan Persatuan Ummat Islam (PUI). Dengan kesiapan tergabung dalam SLIP (Sentra Layanan Imam dan Penceramah) PUI, AMA memandang dakwah sebagai kerja kolektif yang harus dijalankan secara profesional, amanah, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Ia kerap merangkum filosofi dakwahnya dalam ungkapan Sunda yang sederhana namun sarat makna:
“Ngaji teu ngejo (lapar), ngejo teu ngaji (sasar), teu ngejo teu ngaji (modar).”
Sebuah pesan tentang keseimbangan antara ilmu, ikhtiar hidup, dan keberlangsungan iman.
Biodata Singkat
- Nama Lengkap: Rachmat Suhendar, S.H.
- Nama Dakwah: AMA
- Domisili: Kota Bandung, Jawa Barat
- Profesi: Terapis ruqyah syar’iyyah, da’i
- Organisasi: Persatuan Ummat Islam (PUI)
- Pengalaman Dakwah:
±10 tahun aktif mengisi khutbah Jumat, ceramah Ramadhan, dakwah keluarga dan remaja, serta pendampingan ruhani umat. - Peran Dakwah:
Imam shalat, khatib Jumat, penceramah Ramadhan, dai keluarga dan remaja, praktisi ruqyah syar’iyyah. - Fokus Tema Dakwah:
• Keluarga sakinah dan ketahanan ruhani
• Penguatan ibadah dan akhlak
• Etika, komunikasi, dan adab Muslim
• Ruqyah syar’iyyah dalam perspektif dakwah - Segmentasi Jamaah:
Jamaah umum, keluarga Muslim, dan remaja. - Bahasa:
Indonesia, Sunda. - Motto Dakwah:
“Ngaji teu ngejo (lapar), ngejo teu ngaji (sasar), teu ngejo teu ngaji (modar).”
- Kontak:
📞 WhatsApp: 0812-2214-1211
✉️ Email: Suhendarrachmat824@gmail.com


Comment