Inspirasi
Home » Berita » Saryanto, SE, MM: ASN dan Dakwah Interaktif di Ruang Publik

Saryanto, SE, MM: ASN dan Dakwah Interaktif di Ruang Publik

Table of Contents

Di tengah persepsi bahwa dakwah hanya milik mimbar dan pesantren, Saryanto, S.E., M.M. menghadirkan wajah lain dari kerja keumatan. Sebagai aparatur sipil negara di Kementerian Keuangan, ia memaknai profesinya bukan sekadar tugas administratif, melainkan ruang pengabdian yang sarat nilai dakwah.

Bertugas sebagai auditor, Saryanto memahami bahwa ASN berada di garis depan kepercayaan publik. Dari sanalah ia menanamkan prinsip bahwa integritas, kejujuran, dan disiplin kerja adalah bentuk dakwah yang paling nyata. Baginya, keteladanan dalam profesi sering kali lebih lantang daripada kata-kata di mimbar.

Dakwah yang ia jalani tumbuh dari keseharian. Di masjid perkantoran dan lingkungan perumahan di Ciseureuh, Purwakarta, Saryanto rutin mengemban peran sebagai imam shalat, khatib Jumat, penceramah Ramadhan, serta pengisi kajian tematik. Aktivitas dakwah itu berjalan seiring dengan tanggung jawabnya sebagai ASN, tanpa saling meniadakan.

Tema kajian yang dibawanya bersifat tematik dan spiritual, menyentuh kesadaran diri, makna pengabdian, serta relasi antara iman dan profesionalisme. Ia kerap mengajak jamaah—terutama kalangan pekerja dan keluarga urban—untuk menata niat, memahami peran hidup, dan menjadikan pekerjaan sebagai ladang amal.

Pendekatan dakwah Saryanto dikenal interaktif. Ia tidak memosisikan diri sebagai pengajar yang serba tahu, melainkan sebagai sesama pencari makna. Dialog dan refleksi menjadi kunci, sehingga dakwah terasa relevan dengan realitas jamaah yang hidup di tengah tekanan target, waktu, dan tanggung jawab duniawi.

Wanita PUI Majalengka Gelar RAHMAH: Tabligh Akbar, Santunan Yatim, hingga Cek Kesehatan Gratis

Melalui media digital, sebagian ceramah dan kajiannya terdokumentasi dan dapat diakses ulang. Bagi Saryanto, platform digital bukan sekadar sarana publikasi, melainkan perpanjangan dakwah—agar nilai yang disampaikan tidak berhenti di ruang dan waktu tertentu.

Pesan yang konsisten ia suarakan sederhana namun kuat: berdakwah tidak harus menunggu legitimasi gelar keulamaan. Setiap Muslim adalah da’i sesuai perannya. ASN, dengan posisi strategisnya, justru memiliki peluang besar untuk menampilkan Islam yang berintegritas, profesional, dan menenangkan.

Prinsip “kenali diri—who am I—sopo siro” menjadi fondasi reflektif dakwahnya. Dari pengenalan diri itulah, Saryanto meyakini perubahan akan lahir—dimulai dari individu, menjalar ke keluarga, lalu menguat di ruang publik.

Komitmen tersebut pula yang mengantarkannya bergabung dalam SLIP PUI (Sentra Layanan Imam dan Penceramah), sebagai bagian dari ikhtiar kolektif menghadirkan dakwah yang menyatu dengan profesi, realitas sosial, dan kebutuhan umat hari ini.

Biodata Singkat

  • Nama Lengkap: Saryanto, S.E., M.M.
  • Nama Dakwah: Saryanto
  • Domisili: Perumahan DIA Anyar, Ciseureuh, Purwakarta
  • Profesi: ASN Kementerian Keuangan (Auditor), da’i
  • Pengalaman Dakwah:
    Aktif mengisi khutbah Jumat, kajian tematik, dan majelis taklim di masjid perkantoran serta masjid lingkungan perumahan.
  • Peran Dakwah:
    Imam shalat, khatib Jumat, penceramah Ramadhan, pengisi kajian tematik, pembina dakwah remaja, pendamping majelis taklim muslimah.
  • Fokus Tema Dakwah:
    • Dakwah tematik dan spiritual
    • Kesadaran diri dan penguatan identitas Muslim
    • Menjadi ASN yang berintegritas dan berdakwah melalui keteladanan
  • Segmentasi Jamaah:
    Remaja, ibu-ibu, dan jamaah umum.
  • Media Dakwah:
    Masjid perkantoran, masjid lingkungan, dan platform digital (video kajian).
  • Bahasa:
    Indonesia, Jawa.
  • Pesan Dakwah Utama:
    “Kita adalah da’i, dan ASN juga bisa menjadi da’i.”
  • Motto Reflektif:
    “Kenali diri—who am I—sopo siro.”
    Kang Poer: Dai adalah Pembelajar Sepanjang Hayat

  • Kontak:
    📞 WhatsApp: 0821-6539-7976
    ✉️ Email: saryanto75@gmail.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *