Inspirasi
Home » Berita » Supri Muliyadi: Dari Ruang Kelas ke Mimbar Umat

Supri Muliyadi: Dari Ruang Kelas ke Mimbar Umat

Table of Contents

Bagi Supri Muliyadi—yang akrab disapa Sobri—dakwah bermula dari ruang kelas. Dari bangku-bangku sederhana di pesantren, ia menanamkan nilai iman, adab, dan disiplin kepada para santri. Dari situlah langkahnya mengalir ke mimbar umat, membawa semangat mengajar yang sama: sabar, jujur, dan penuh keteladanan.

Sebagai guru pondok pesantren di Medan, Sumatra Utara, Sobri terbiasa membersamai proses tumbuh santri dari hari ke hari. Ia memahami bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan pembentukan karakter. Cara pandang inilah yang membentuk watak dakwahnya—tidak tergesa-gesa, tidak menghakimi, dan selalu berangkat dari kebutuhan nyata umat.

Sejak 2018 hingga kini, Sobri aktif menjalankan peran dakwah sebagai imam shalat, khatib Jumat, penceramah Ramadhan, serta pembina remaja dan keluarga. Peralihan dari ruang kelas ke mimbar bukanlah lompatan besar baginya, melainkan kelanjutan alami dari tugas seorang pendidik: menyampaikan kebaikan dengan bahasa yang dipahami dan dicontohkan dalam laku hidup.

Kesahajaan menjadi ciri yang melekat kuat pada sosok Sobri. Ia hadir sebagai guru sekaligus bagian dari masyarakat, tanpa jarak dan tanpa pretensi. Kehidupan yang sederhana membuat pesan-pesan dakwahnya terasa jujur dan mudah diterima, terutama oleh jamaah dari kalangan remaja, keluarga, dan masyarakat umum.

Ramadhan menempati posisi penting dalam dakwahnya. Sebagai pendidik pesantren, Sobri memandang bulan suci sebagai madrasah besar umat—ruang belajar bersama untuk memperbaiki ibadah, menata akhlak, dan menumbuhkan kebiasaan baik yang berlanjut setelah Ramadhan usai. Ceramah-ceramahnya menekankan proses, bukan sekadar target.

Wanita PUI Majalengka Gelar RAHMAH: Tabligh Akbar, Santunan Yatim, hingga Cek Kesehatan Gratis

Gaya bertutur Sobri dikenal santai dan komunikatif. Ia memilih bahasa sederhana, dekat dengan keseharian jamaah, serta membuka ruang dialog. Dakwah baginya bukan soal kerasnya suara, melainkan kejernihan pesan dan keteladanan sikap.

Meski tidak aktif di media digital dan tidak mengandalkan dokumentasi ceramah, Sobri percaya bahwa dakwah yang paling kuat adalah yang hidup dalam keseharian. Mengajar dengan sabar, memimpin shalat dengan khusyuk, dan hadir ketika umat membutuhkan—itulah dakwah yang ia jalani.

Dari ruang kelas pesantren hingga mimbar umat, Supri Muliyadi menghadirkan wajah dakwah yang tenang dan berakar. Sebuah dakwah yang tumbuh dari dunia pendidikan, dijalani dengan kesederhanaan, dan diarahkan untuk menjaga cahaya iman di tengah kehidupan masyarakat.

Biodata Singkat

Nama: Supri Muliyadi
Panggilan Dakwah: Sobri
Domisili: Medan, Sumatera Utara
Profesi: Guru pondok pesantren & Satpam

Pengalaman Dakwah:
Aktif berdakwah sejak 2018 hingga sekarang

Kang Poer: Dai adalah Pembelajar Sepanjang Hayat

Peran Dakwah:
Imam shalat, khatib Jumat, penceramah Ramadhan, pembina remaja dan keluarga

Fokus Tema Dakwah:
• Penguatan ibadah dan akhlak
• Ramadhan sebagai madrasah ruhani
• Pendidikan karakter berbasis pesantren

Segmentasi Jamaah:
Remaja, mahasiswa, ibu-ibu, karyawan/profesional, jamaah umum

Gaya Dakwah:
Santai, komunikatif, membumi

Organisasi / Kesiapan Layanan:
Bersedia bergabung dalam SLIP (Sentra Layanan Imam & Penceramah) PUI dan menjaga nilai Dakwah Ishlah

Saryanto, SE, MM: ASN dan Dakwah Interaktif di Ruang Publik

Kontak:
📞 0857-6219-8814
✉️ suprimuliyadi449@gmail.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *