Berita
Home » Berita » Ketua Majelis Syura PUI Hadiri Silaturahmi Ulama di Istana, Apresiasi Dialog Geopolitik yang Disampaikan Presiden Prabowo

Ketua Majelis Syura PUI Hadiri Silaturahmi Ulama di Istana, Apresiasi Dialog Geopolitik yang Disampaikan Presiden Prabowo

Jakarta — Ketua Majelis Syura Persatuan Ummat Islam (PUI), KH Nurhasan Zaidi, menghadiri pertemuan silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar Presiden RI Prabowo Subianto dengan para pimpinan ormas Islam, ulama, dan pimpinan pesantren terkemuka di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Pertemuan yang dihadiri sekitar 150 tokoh ormas Islam dan ulama dari berbagai daerah tersebut berlangsung cukup panjang. Presiden Prabowo menyampaikan pidato dan dialog kebangsaan yang berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB.

KH Nurhasan Zaidi yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa Presiden banyak berbicara mengenai geopolitik global, posisi negara-negara Muslim, serta peran strategis ormas Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Presiden menyampaikan pandangan geopolitik global dan nasional dengan sangat terbuka. Beliau berdiri di podium lebih dari dua setengah jam, menunjukkan keseriusan dalam menjelaskan posisi Indonesia di tengah dinamika dunia,” ujar KH Nurhasan Zaidi.

Menurut beliau, dalam kesempatan itu Presiden juga menegaskan bahwa peran umat Islam dan organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia sangat strategis dalam menjaga stabilitas dan arah bangsa.

Dukung Efisiensi Energi, PUI Instruksikan 20 Juta Kader untuk Gerakan Sehari Tanpa Kendaraan Pribadi

 “Presiden juga menyinggung bahwa ormas Islam di Indonesia tidak hanya dua organisasi besar saja. Ada banyak organisasi Islam lain yang juga memiliki peran penting dalam kehidupan Republik ini,” tambahnya.

KH Nurhasan Zaidi menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi luas organisasi-organisasi Islam, termasuk PUI, dalam pembangunan bangsa.

Dalam dialog tersebut, Presiden Prabowo juga menyinggung situasi geopolitik dunia, khususnya konflik di Timur Tengah, termasuk isu Palestina.

Menurut KH Nurhasan Zaidi, Presiden menegaskan posisi Indonesia yang secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

“Presiden menegaskan bahwa Palestina harus merdeka. Namun sebagai seorang nasionalis, beliau juga menyampaikan bahwa dalam solusi jangka panjang Israel juga memiliki realitas negara yang harus diperhitungkan dalam diplomasi internasional,” jelasnya.

Perkuat Spirit Ramadhan, Persatuan Ummat Islam Gelar I’tikaf Islah di Masjid Al Ikhlas

Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia berada dalam dinamika tekanan geopolitik global, termasuk dari negara-negara besar.

“Presiden menyampaikan secara terbuka bahwa Indonesia menghadapi berbagai tekanan geopolitik. Beliau bahkan mengajukan pertanyaan reflektif: apakah bangsa ini siap jika harus menghadapi konflik terbuka dengan negara besar, ataukah memilih jalan diplomasi dan negosiasi,” kata KH Nurhasan Zaidi.

Dalam pandangan Presiden, lanjutnya, Indonesia harus tetap fleksibel dalam menentukan strategi diplomasi demi menjaga kepentingan nasional.

 “Beliau menegaskan bahwa pilihan Indonesia harus realistis dan strategis, apakah melalui jalur negosiasi yang panjang atau langkah diplomasi lainnya,” ungkap KH Nurhasan.

KH Nurhasan Zaidi juga menyampaikan bahwa Presiden membuka kemungkinan peran Indonesia sebagai mediator dalam konflik internasional.

Hadapi Perkembangan Zaman, PUI Rumuskan Penguatan Kurikulum Pendidikan

“Presiden bahkan menyampaikan kesiapan Indonesia jika diminta untuk menjadi mediator dalam upaya dialog antara Iran dan Amerika Serikat,” ujarnya.

Menurut KH Nurhasan Zaidi, pertemuan tersebut menjadi ruang penting bagi pemerintah untuk berdialog langsung dengan para ulama dan pimpinan ormas Islam mengenai berbagai isu global yang berdampak pada Indonesia.

“Kami memandang forum seperti ini penting agar ulama dan ormas Islam memahami dinamika geopolitik global sekaligus memberikan masukan bagi pemerintah dalam menjaga kepentingan umat dan bangsa,” pungkasnya.

Silaturahmi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah dan tokoh-tokoh umat, sekaligus membangun kesamaan pandangan dalam menghadapi tantangan geopolitik dunia yang semakin kompleks.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *