Jakarta – Ketua Umum DPP Persatuan Ummat Islam (PUI), Raizal Arifin, menginstruksikan kader dan anggota PUI untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan efisiensi energi pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
Instruksi ini disampaikan sebagai respons atas tekanan ekonomi global pasca konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada sektor energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM).
“PUI tidak hanya mendukung, tapi juga bergerak. Kami instruksikan kader untuk mulai dari langkah sederhana, yaitu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” kata Raizal pada sabtu (4/4/26)
Ia menyebut, PUI dengan jumlah anggota sekitar 20 juta orang memiliki potensi besar untuk mendorong gerakan kolektif di masyarakat. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah melalui “Gerakan Sehari Tanpa Kendaraan Pribadi”.
Dalam gerakan ini, anggota PUI diminta tidak menggunakan kendaraan pribadi selama satu hari. Sementara itu, siswa di lingkungan pendidikan PUI yang jaraknya dekat dengan sekolah dianjurkan berjalan kaki.
“Kalau dilakukan bersama, dampaknya akan terasa. Ini bagian dari kontribusi nyata umat dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional,” ujarnya.
Raizal juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dalam negeri di tengah situasi global yang tidak menentu.
“Di masa sulit seperti ini, kita harus perkuat persatuan. Jangan terpecah. Justru saatnya saling menguatkan dan bergerak bersama,” tegasnya.
Ke depan, PUI akan terus mendorong berbagai gerakan konkret berbasis umat untuk mendukung kebijakan pemerintah sekaligus memperkuat kemandirian dan solidaritas nasional.


Comment