Berita
Home » Berita » Kementerian Haji dan Umrah Resmi Dibentuk: Ruang Lingkup Tugas dan Otoritas Baru

Kementerian Haji dan Umrah Resmi Dibentuk: Ruang Lingkup Tugas dan Otoritas Baru

Jakarta, 27 Agustus 2025- DPR RI telah meratifikasi revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 mengenai Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Salah satu hasil pentingnya adalah pembentukan Kementerian Haji dan Umrah sebagai lembaga tersendiri, menggantikan Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) dan melebur fungsi Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah dari Kementerian Agama.

Tugas Sentral dalam Satu Lembaga

Kementerian baru ini bertugas menyatukan seluruh tahapan penyelenggaraan haji dan umrah—dari perencanaan kebijakan teknis, pelaksanaan pengawasan, hingga evaluasi program secara menyeluruh. Fungsi tambahan mencakup pengelolaan aset negara yang menjadi tanggung jawab lembaga serta administrasi internal yang terintegrasi.

Dengan adanya kementerian ini, proses pengambilan kebijakan diharapkan lebih cepat dan efisien karena tidak lagi tersebar lintas kementerian atau lembaga.

Tujuan: Akuntabilitas, Efisiensi, dan Diplomasi

Dukung Efisiensi Energi, PUI Instruksikan 20 Juta Kader untuk Gerakan Sehari Tanpa Kendaraan Pribadi

Pengelolaan dana haji, yang selama ini menjadi titik sorotan terkait transparansi dan akuntabilitas, kini berada di bawah satu atap yang lebih terkonsolidasi. Kehadiran Kementerian Haji dan Umrah diharapkan lebih memfokuskan kontrol publik dan lembaga pengawas seperti DPR dan BPK.

Lebih jauh, kementerian ini juga akan memperkuat koordinasi diplomatik dengan pemerintah Arab Saudi—mulai dari kuota, visa, fasilitas transportasi, hingga akomodasi di Makkah dan Madinah—semua dipimpin oleh satu entitas yang jelas.

Sejarah Singkat Singkat: Dari BP Haji ke Kementerian Haji dan Umroh

Sejarah birokrasi penyelenggaraan haji di Indonesia telah mengalami beberapa perubahan nomenklatur sejak era kemerdekaan—dimulai dari Departemen Dalam Negeri, lalu ke Kementerian Agama, hingga menjadi Direktorat Jenderal. Pada 2024, muncul BP Haji sebagai badan khusus untuk memperkuat pengorganisasian haji. Dan sekarang, pada Agustus 2025, lahirlah Kementerian Haji dan Umrah—sebuah peningkatan struktural yang signifikan.

Foto: IG dpr_ri
(Azm)

Perkuat Spirit Ramadhan, Persatuan Ummat Islam Gelar I’tikaf Islah di Masjid Al Ikhlas

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *